Posts

Showing posts from February, 2019

Segelas Ilmu, Penjual Jamu

Image
Urip Iku Amung Sawang Sinawang Nak... Aku menghabiskan menit-menit pertamaku, tertawa terbahak, melihat judul yang baru saja aku tulis. Well , nampak biasa sebenarnya, tapi akan berbeda jika aku menulisnya menjadi “Segelas Rindu, Penjual Jamu” maka ide awal tulisan ini hilang, digantikan judul FTV (Film Televisi) yang marak tayang di TV Swasta di Indonesia—mungkin cara pemberian judul kocak seperti ini merupakan strategi promosi para produser, karena unik dan khas serial FTV, sehingga lebih mudah diingat? Bulan Januari, dimana angin muson barat bertiup dari Samudera Hindia melewati wilayah Indonesia. Membawa serta banyak uap air mengakibatkan curah hujan tinggi di hampir seluruh wilayah Indonesia—yakinlah bahwa istilah ‘gerimis romantis’ sangat tidak relevan menggambarkan situasi ini. Kali ini hujan tidak turun, hanya angin yang kencang menyapu dedaunan kering di teras rumah, dingin terasa sedikit lembab—seperti berdiri di depan pintu kulkas di hari-hari kemarau yang p...

Seperti Kereta, Lokomotif Karsa Menjalin Kata Merangkai Cerita

Image
Melankolia Karya Perdana Penulis Pemula Sore hari   perlahan datang, menawarkan dingin yang gerimis bawa, beriringan menguapnya air hujan, mendesis menghantam lapisan jalan aspal yang panas. Sayup terdengar peluit panjang, membuyarkan lamunanku. Aku terkesiap dan mulai menyadari lalu lalang orang di sekitarku, mengejar kereta petang yang segera berangkat. Kemana saja, ke tempat segala kebutuhan dan kepentingan dibawa, ke tempat dimana kesibukan mendapat sebuah arti. Namun aku tidak kemana-mana, hanya terduduk diam dan mencari arti kesibukan bagi diri sendiri. Menatap layar komputer jinjing, setengah berisi tulisan yang menatap balik. Aku menarik kursi, mengangkat tanganku keatas untuk meredakan pegal yang mulai menyergap. Seolah mendapat tanda, seorang pelayan kafe, wanita bertubuh ramping dan berekor kuda—rambutnya, datang menghapiri dan bertanya apakah aku siap umtuk memesan. Karena tidak ingin membuatnya kecewa setelah menunggu selama satu jam, maka segelas es kopi...