Posts

[Words] Kata Hanya Sekadar Ada

  Kata perkara huruf diacak sedemikian rupa Dia hanya sekadar ada, sesederhana itu saja   Kata cuma diam saja, tidak bergerak kemana-mana Mengapa selalu ada yang bertanya tujuan kata mau kemana? Dia hanya sekadar ada, sesederhana itu saja   Kata orang jangan pakai kata secara sembarang, membuat orang gamang Namun bukankah berkata itu gampang, menekan pita suara agar tidak sumbang? Dia hanya sekedar ada, sesederhana itu saja   Persetan dengan kata-kata, dia hanya sekadar ada, Kata adalah milik ruang hampa, ruang medium penghantara Kita mengambil alih paksa dari tiada, mengatur atau melantur hanya untuk memberi rasa dari apa yang sudah kita punya hanya untuk membuat tidur pada apa yang sudah kita kubur       Honour you and your kindness within. Nico Arvian Nanda

Nasi Goreng, Makanan Pilihan tanpa Keluar dari Zona Nyaman

Image
  Apapun Minumannya, Makannya Nasi Goreng   (gambar diambil dari piknikdong.com) Urusan pilah-pilih makanan memang bukan perkara hidup dan mati tapi suatu perkara yang tidak mudah,selain isi dompet, selera memang pelik. Misal kalian nongkrong atau ngedate dengan pasangan—jomblo minggir dulu—di resto atau cafe kekinian, jangankan tahu jenis makanannya, melafalkan namanya pun susah. Apa yang akan anda pesan?—Nasi Goreng. Dan somehow nasi goreng selalu—hampr pasti—menjadi pilihan karena mampu menerobos segala batasan. Karena apa sih yang bisa bikin berantakan dan bikin mahal dari nasi putih, bumbu dasar sama telor yang di goreng se- simple itu. Lalu kenapa sih nasi goreng bisa se-istimewa itu, mari kita intip awal penciptaannya. Nasi goreng awalnya dikenal dengan nama Hanzi berasal dari negeri China—itulah kenapa ada pepatah Kejarlah ilmu hingga ke negeri China, karena disana ada nasi goreng—enak kali ya belajar ngemilnya nasi goreng. Olahan makanan ini juga bukan hanya pe...

Aku dan Puntung Rokok Ku

Image
  Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, bla..bla..bla..   (gambar ilustrasi diambil dari klikdokter.com)   Hey I’m a smokers.. salam buat kalian sahabat sebat dan maaf buat yang sambat jika kami merokok terlalu dekat. Lalu, kenapa memilih rokok? Jawabnya, kenapa tidak?—klise. Sejak jaman linting hingga menjadi komoditas penting, rokok sudah menjadi “kawan” yang mampu melampaui batasan usia, gender, strata ekonomi-sosial, suku, ras dan agama—tetapi tetap tidak mampu melawan stigma. Berbagai jaman, berbagai gempuran sudah dilewati para perokok veteran—atau pensiunan—namun mereka tetap kawula manunggaling kebul , setia dalam setiap hisapannya. Dan secara berkelanjutan generasi-generasi perokok bandel ini akan terus bermunculan, yang nampaknya kalah, tapi terus bergerak dan melakukan perlawanan dalam diam. Harga yang merangkak naik seiring dengan naiknya cukai tembakau—terlebih setelah diketuk palu, tahun ini naik 12,5 persen—bukan halangan, tapi berup...

MELANGKAH: Melawan Anggapan Kaum Rebah

Image
  Berlari bukan hanya demi eksistensi, tapi menempa diri lewat konsistensi.. (gambar ikustrasi diambil dari heaty.org)   Tahun 2020 sudah terlewati, tahun dimana kita dihajar habis-habisan oleh pandemi—virus corona. Tanpa mengesampingkan segala dampak negatif yang timbul dari cobaan ini—yang mungkin dialami sebagian besar dari teman-teman, kerabat, keluarga atau masyarakat pada umumnya. Like blessing in disguise ada hal menarik yang muncul bersamaan dengan masa pandemi ini yaitu maningkatnya minat orang untuk berolahraga. Diantara beberapa pilihan olahraga yang mulai bermunculan, pilihan jogging dan bersepeda nyatanya sangat digemari, bahkan di banyak tempat, beberapa komunitas baru ataupun klub-klub yang sudah terlebih dahulu ada mulai meramaikan jalan—asalkan jargon “dengan menjalankan protokol kesehatan” tetap bergema. Well, jogging atau berlari kecil sendiri adalah pilihan olahraga yang tergolong mudah—tidak ribet dengan peralatan tetekbengek nya, bisa dilakukan di...